KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah tuhan semesta alam.sholamwat beserta salam semoga dilimpahkan
kepada rasulullah SAW. Syukur Alhamdulillah,dengan segala keterbatasan yang ada
tugas makalah
Administrasi dan Supervisi yang berjudul tentang Kepala Sekolah Sebagai Administrator
ini akhirnya dapat diselesaikan.
Beberapa sumber yang
menjadi dasar dalam penyusunan makalah ini yang dengan demikian maka tersusunlah makalah ini.
Mudah-mudahan dengan disusunnya makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
kita semua. Amien.
Wassalam
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Balakang
Diantara pemimpin-pemimpin pendidikan yang
bermacam-macam jenis dan tingkatannya,
kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting. Dikatakan
sangat penting karena lebih dekat dan langsung berhubungan dengan pelaksanaan
program pendidikan di tiap-tiap sekolah. kepala sekolah yang mana sebagai
administrator pendidikan yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan
pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Kepala sekolah sebagai administrator
hendaknya mampu mengaplikasikan fungsi-fungsi tersebut kedalam pengelolaan
sekolah yang dipimpinnya. Berikut akan kita pelajari apa saja tugas-tugas
kepala sekolah sebagai administrator tersebut.
b. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan administrator?
b. Apa saja tugas kepala sekolah sebagai administrator?
BAB II
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR
Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat
dengan berbagai aktifitas administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan
pendokumenan seluruh program sekolah.[1]
Berikut dijelaskan secara rinci tugas-tugas kepala sekolah sebagai
Administrator:
a. Membuat Perencanaan
Salah satu fungsi utama dan pertama yang menjadi tanggung jawab kepala
sekolah adalah membuat atau menyusun perencanaan. Perencanaan merupakan salah
satu syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap
kegiatan, baik perseorangan maupun kelompok. Tanpa perencanaan atau planning,
pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan munkin juga
kegagalan.
Oleh karena itu, setiap kepala sekolah paling tidak harus membuat rencana
tahunan. Setiap tahun, menjelang dimulainya tahun ajaran baru, kepala sekolah
hendaknya sudah siap menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk tahun ajaran
berikutnya. Sesuai dengan ruang lingkup administrasi sekolah, maka rancana atau
program tahunan hendaknya mencakup bidang-bidang sebagai berikut:
1. Program pengajaran
Seperti: kebutuhan tenaga guru sehubungan
dengan kepindahan dan lain-lain; pembagian tugas mengajar; pengadaan buku-buku
pelajaran,alat-alat pelajaran, dan alat peraga;pengembangan perpustakaan
sekolah; sistem penilaian hasil belajar; dan kegiatan-kegiatan lainnya.
2. Kesiswaan atau kemuridan
Antara lain: syarat-syarat dan prosedur
penerimaan murid baru, pengelompokkan siswa atau murid dan pembagian kelas,
bimbingan atau konseling murid, pelayanan kesehatan murid (UKS), dan
sebagainya.
3. Kepegawaian
Seperti: penerimaan dan penempatan guru atau
pegawai baru, pembagian tugas/pekerjaan guru dan pegawai sekolah, usaha
kesejahteraan guru dan pegawai sekolah, mutasi dan atau promosi guru dan
pegawai sekola, dan sebagainya.
4. Keuangan
Yang mencakup pengadaan dan pengelolaan
keuangan untuk beerbagai kegiatan yang telah direncanakan, baik uang yang
berasal dari pemerintah atau dari BP3, ataupun dari sumber lainnya.
5. Perlengkapan
Yang meliputi perbaikan atau rehabilitasi
gedung sekolah, penambahan ruangan kelas, perbaikan atau pembuatan lapangan
olahraga, perbaikan atau pengadaan bangku murid, dan sebagainya.
Dalam menyusun rencana tahunan ini hendaknya guru dan
pegawai sekolah di ikutsertakan. Dengan diikutsertakan guru dan pegawai sekolah
ini, mereka akan membantu pemikiran-pemikiran dan ide-ide yang munkin tidak
terpikirkan pleh kepala sekolah jika ada masalah-masalah. Di samping itu,
dengan diikutsertakan mereka, mereka akan merasa bertanggung jawab dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah mereka rencanakan dan mereka sepakati
bersama.
b. Menyusun organisasi sekolah
Organisasi merupakan tempat kegiatan-kegiatan
administrasi itu dilaksanakan. Dan jika dipandang sebagai proses, maka
organisasi meerupakan kegiatan-kegiatan atau menyusun dan menetapkan
hubungan-hubungan kerja antar personel. Kewajiban-kewajiban, wewenang, dan
tanggung jawab masing-masing atau personel yang termasuk didalam organisasi itu
disusun dan ditetapkan menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju kepada
tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan perlu menyusun organisasi
sekolah yang dipimpinnya, dan melaksanakan pembagian tugas dan wewenangnya
kepada guru-guru dan pegawai sekolah sesuai dengan kesepakatan bersama.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun organisasi sekolah, yaitu:
1. Mempunyai tujuan yang jelas
2. Para anggota memahami dan menerima tujuan
tersebut
3. Adanya kesatuan arah
4. Adanya kesatuan perintah;para bawahan/anggota
hanya mempunyai seorang atasan langsung, dan daripadanya ia menerima perintah
dan pertanggungjawaban atas pekerjaannya.
5. Adanya keseimbangan antara wewengan dengan
tanggung jawab
6. Adanya pembagian tugas yang sesuai dengan
kemampuan, keahlian, atau bakat masing-masing.
7. Struktur organisasi hendaknya disusun
sesederhana munkin, sesuai dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan, dan
pengendalian.
8. Pola
organisasi hendaknya relatif permanen
9. Adanya jaminan keamanan dalam bekerja
10. Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta
hierarki tata kerjanya jelas tergambar didalam struktur atau tata organisasi
Juga struktur organisasi yang telah disusun
hendaknya disertai dengan diskripsi tugas masing-masing agar tidak terjadi
tumpang tindih dalam pelaksanaannya.
Disamping itu, kepala sekolah sebagai pemimpin
dalam pengorganisasian sekolah, ia harus dapat:
-
Membimbing guru dan staf sekolah untuk memahami tugas dan
peranannya
-
Bekerja sama dengan guru dan staf dalam perencanaan dan
pengorganisasian program sekolah
-
Merealisasikan tanggung jawab untuk membuat keputusan
dalam berbagai situasi
-
Mengusahakan agar situasi sekolah menunjang kesehatan
mental dan stabilitas emosional seluruh personel sekolah
-
Mengarahkan staf agar koordinasi antar-tugas sekolah.[2]
c.
Bertindak sebagai koordinator dan pengarah
Adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan seperti tergambar didalam
struktur organisasi sekolah, memerlukan koordinasi serta pengarahan dari
pimpinan sekolah. Adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dan
berkelanjutan dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak
sehat antar bagian atau antar personel sekolah, dan atau kesimpangsiuran dalam
tindakan. Dengan kata lain, adanya pengkoordinasian yang baik memunkinkan
adanya Kerjasama antar personel dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seperti kerjasama antara urusan kurikulum dan pengajaran kepada guru-guru,
kerjasama antara bimbingan dan konseling dengan para wali kelas, kerjasama
antara Tata usaha dengan wali kelas dan guru-guru, dst.
d.
Melaksanakan pengelolaan kepegawaian
Tugas-tugas yang menyangkut pengelolaan kepegawaian ini sebagian besar
dikerjakan oleh bagian tata usaha sekolah seperti pengusulan guru atau pegawai
baru, kenaikan pengkat guru, dan sebagainya.
Agar pekerjaan sekolah dapat dilakukan dengan baik, maka dalam memberikan
atau membagi tugas pekerjaan antar personel , kepala sekolah hendaknya
memperhatikan kesesuaian antara beban dan jenis tugas dengan kondisi serta
kemampuan pelaksanaannya seperti antara lain:
-
Jenis kelamin
-
Kesehatan fisik
-
Latar belakang pendidikan atau ijazah yang dimiliki
-
Kemampuan dan pengalaman kerja
-
Bakat, minat, dan hobi.
Hal lain yang termasuk pengelolaan kepegawaian adalah
masalah kesejahteraan personel. Yakni bukan saja berupa materi atau uang,
tetapi juga kesejahteraan yang bersifat jasmani dan rohani, yang mendorong
kepada personel untuk bekerja laebih giat dan bergairah. Berikut cara
meningkatkan kesejahteraan personel disamping pemberian intensif dan atau gaji
yang layak dapat pula dilakukan dengan jalan:
-
Membentuk semacam ikatan keluarga sekolah yang bersifat
sosial
-
Membentuk koperasi keluarga personel sekolah
-
Mengadakan kegiatan-kegiatan seperti olahraga,
diskusi-diskusi yang berhubungan dengan pengembangan profesi guru.
-
Mengusulkan dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat
guru-guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Semua yang di bicarakan diatas memerlukan adanya kepemimpinan kepala
sekolah yang baik dan bijaksana disertai pengawasan dan pembinaan yang tepat
dan berkelanjutan.[3]
Kepala sekolah juga hendaknya terbuka tetapi tetap
menjaga jarak dengan para tenaga kependidikan, agar mereka dapat mengemukakan
berbagai permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga
kependidikan. Dengan demikian, setiap permasalahan yang dihadapi oleh para
tenaga kependidikan dapat segera diselesaikan.[4]
BAB III
KESIMPULAN
Sebagai administrasi pendidikan, kepala sekolah mempunyai
tugas dan tanggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi administrasi yang
diterapkan kedalam kegiatan-kegiatan di sekolah yang dipimpinnya: membuat
rencana atau program tahunan (yang meliputi program pengajaran, kesiswaan,
kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan sarana dan prasarana), menyusun
organisasi sekolah, pengkoordinasian dan pengarahan terhadap susunan organisasi
sekolah yang sudah dibuat, dan pengelolaan kepegawaian atau manajemen yang mana menjadi tugas kepala
sekolah (yang meliputi peneriamaan, penempatan,dan pemberian tugas guru dan
pegawai sekolah; usaha untuk meningkatkan
kesejahteraan guru-guru dan pegawai sekolah, baik yang bersifat
material, jasmani dan rohani, dan peningkatan mutu profesional serta
pengembangan karier mereka.
DAFTAR PUSTAKA
E.Mulyasa. 2011.Menjadi Kepala Sekolah Professional. Bandung:PT
Remaja Rosdakarya
Hendyat Soetopo.2012. Perilaku Organisasi . Bandung:PT Remaja
Rosdakarya
Ngalim poerwanto.2012.Administrasi Dan Supervisi Pendidika.Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
[1] E.Mulyasa,Menjadi Kepala Sekolah
Professional,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2011)hlm.
[2] Hendyat Soetopo,Perilaku Organisasi (Bandung:PT
Remaja Rosdakarya.2012)hlm.224
[3] Ngalim poerwanto, Administrasi Dan
Supervisi Pendidika(bandung: pt remaja rosdakarya.2012) hlm.106-112
[4] E.Mulyasa.Op Cit. Hlm.110
Tidak ada komentar:
Posting Komentar