Kamis, 24 April 2014

Kepala Sekolah Sebagai Administrator

KATA PENGANTAR
            Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.sholamwat beserta salam semoga dilimpahkan kepada rasulullah SAW. Syukur Alhamdulillah,dengan segala keterbatasan yang ada tugas makalah Administrasi dan Supervisi yang berjudul tentang Kepala Sekolah Sebagai Administrator ini akhirnya dapat diselesaikan.
            Beberapa sumber yang menjadi dasar dalam penyusunan makalah ini yang dengan demikian maka tersusunlah makalah ini.
            Mudah-mudahan dengan disusunnya makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Amien.

Wassalam
Penulis

















BAB I
PENDAHULUAN
a.    Latar Balakang
Diantara pemimpin-pemimpin pendidikan yang bermacam-macam jenis  dan tingkatannya, kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting. Dikatakan sangat penting karena lebih dekat dan langsung berhubungan dengan pelaksanaan program pendidikan di tiap-tiap sekolah. kepala sekolah yang mana sebagai administrator pendidikan yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya mampu mengaplikasikan fungsi-fungsi tersebut kedalam pengelolaan sekolah yang dipimpinnya. Berikut akan kita pelajari apa saja tugas-tugas kepala sekolah sebagai administrator tersebut.
b.    Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan administrator?
b.      Apa saja tugas kepala sekolah sebagai administrator?









BAB II
KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR
Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktifitas administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah.[1]
Berikut dijelaskan secara rinci tugas-tugas kepala sekolah sebagai Administrator:
a.    Membuat Perencanaan
Salah satu fungsi utama dan pertama yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah adalah membuat atau menyusun perencanaan. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap kegiatan, baik perseorangan maupun kelompok. Tanpa perencanaan atau planning, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan munkin juga kegagalan.
Oleh karena itu, setiap kepala sekolah paling tidak harus membuat rencana tahunan. Setiap tahun, menjelang dimulainya tahun ajaran baru, kepala sekolah hendaknya sudah siap menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk tahun ajaran berikutnya. Sesuai dengan ruang lingkup administrasi sekolah, maka rancana atau program tahunan hendaknya mencakup bidang-bidang sebagai berikut:
1.      Program pengajaran
Seperti: kebutuhan tenaga guru sehubungan dengan kepindahan dan lain-lain; pembagian tugas mengajar; pengadaan buku-buku pelajaran,alat-alat pelajaran, dan alat peraga;pengembangan perpustakaan sekolah; sistem penilaian hasil belajar; dan kegiatan-kegiatan lainnya. 
2.      Kesiswaan atau kemuridan
Antara lain: syarat-syarat dan prosedur penerimaan murid baru, pengelompokkan siswa atau murid dan pembagian kelas, bimbingan atau konseling murid, pelayanan kesehatan murid (UKS), dan sebagainya.
3.      Kepegawaian
Seperti: penerimaan dan penempatan guru atau pegawai baru, pembagian tugas/pekerjaan guru dan pegawai sekolah, usaha kesejahteraan guru dan pegawai sekolah, mutasi dan atau promosi guru dan pegawai sekola, dan sebagainya.
4.      Keuangan
Yang mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk beerbagai kegiatan yang telah direncanakan, baik uang yang berasal dari pemerintah atau dari BP3, ataupun dari sumber lainnya.
5.      Perlengkapan
Yang meliputi perbaikan atau rehabilitasi gedung sekolah, penambahan ruangan kelas, perbaikan atau pembuatan lapangan olahraga, perbaikan atau pengadaan bangku murid, dan sebagainya.
Dalam menyusun rencana tahunan ini hendaknya guru dan pegawai sekolah di ikutsertakan. Dengan diikutsertakan guru dan pegawai sekolah ini, mereka akan membantu pemikiran-pemikiran dan ide-ide yang munkin tidak terpikirkan pleh kepala sekolah jika ada masalah-masalah. Di samping itu, dengan diikutsertakan mereka, mereka akan merasa bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah mereka rencanakan dan mereka sepakati bersama. 
b.   Menyusun organisasi sekolah
Organisasi merupakan tempat kegiatan-kegiatan administrasi itu dilaksanakan. Dan jika dipandang sebagai proses, maka organisasi meerupakan kegiatan-kegiatan atau menyusun dan menetapkan hubungan-hubungan kerja antar personel. Kewajiban-kewajiban, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing atau personel yang termasuk didalam organisasi itu disusun dan ditetapkan menjadi pola-pola kegiatan yang tertuju kepada tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan perlu menyusun organisasi sekolah yang dipimpinnya, dan melaksanakan pembagian tugas dan wewenangnya kepada guru-guru dan pegawai sekolah sesuai dengan kesepakatan bersama.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam menyusun organisasi sekolah, yaitu:
1.      Mempunyai tujuan yang jelas
2.      Para anggota memahami dan menerima tujuan tersebut
3.      Adanya kesatuan arah
4.      Adanya kesatuan perintah;para bawahan/anggota hanya mempunyai seorang atasan langsung, dan daripadanya ia menerima perintah dan pertanggungjawaban atas pekerjaannya.
5.      Adanya keseimbangan antara wewengan dengan tanggung jawab
6.      Adanya pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan, keahlian, atau bakat masing-masing.
7.      Struktur organisasi hendaknya disusun sesederhana munkin, sesuai dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan, dan pengendalian.
8.        Pola organisasi hendaknya relatif permanen
9.      Adanya jaminan keamanan dalam bekerja
10.  Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki tata kerjanya jelas tergambar didalam struktur atau tata organisasi
Juga struktur organisasi yang telah disusun hendaknya disertai dengan diskripsi tugas masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.
Disamping itu, kepala sekolah sebagai pemimpin dalam pengorganisasian sekolah, ia harus dapat:
-          Membimbing guru dan staf sekolah untuk memahami tugas dan peranannya
-          Bekerja sama dengan guru dan staf dalam perencanaan dan pengorganisasian program sekolah
-          Merealisasikan tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam berbagai situasi
-          Mengusahakan agar situasi sekolah menunjang kesehatan mental dan stabilitas emosional seluruh personel sekolah
-          Mengarahkan staf agar koordinasi antar-tugas sekolah.[2]
c.         Bertindak sebagai koordinator dan pengarah
Adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan seperti tergambar didalam struktur organisasi sekolah, memerlukan koordinasi serta pengarahan dari pimpinan sekolah. Adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dan berkelanjutan dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat antar bagian atau antar personel sekolah, dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. Dengan kata lain, adanya pengkoordinasian yang baik memunkinkan adanya Kerjasama antar personel dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seperti kerjasama antara urusan kurikulum dan pengajaran kepada guru-guru, kerjasama antara bimbingan dan konseling dengan para wali kelas, kerjasama antara Tata usaha dengan wali kelas dan guru-guru, dst. 
d.        Melaksanakan pengelolaan kepegawaian
Tugas-tugas yang menyangkut pengelolaan kepegawaian ini sebagian besar dikerjakan oleh bagian tata usaha sekolah seperti pengusulan guru atau pegawai baru, kenaikan pengkat guru, dan sebagainya.
Agar pekerjaan sekolah dapat dilakukan dengan baik, maka dalam memberikan atau membagi tugas pekerjaan antar personel , kepala sekolah hendaknya memperhatikan kesesuaian antara beban dan jenis tugas dengan kondisi serta kemampuan pelaksanaannya seperti antara lain:
-          Jenis kelamin
-          Kesehatan fisik
-          Latar belakang pendidikan atau ijazah yang dimiliki
-          Kemampuan dan pengalaman kerja
-          Bakat, minat, dan hobi.
Hal lain yang termasuk pengelolaan kepegawaian adalah masalah kesejahteraan personel. Yakni bukan saja berupa materi atau uang, tetapi juga kesejahteraan yang bersifat jasmani dan rohani, yang mendorong kepada personel untuk bekerja laebih giat dan bergairah. Berikut cara meningkatkan kesejahteraan personel disamping pemberian intensif dan atau gaji yang layak dapat pula dilakukan dengan jalan:
-          Membentuk semacam ikatan keluarga sekolah yang bersifat sosial
-          Membentuk koperasi keluarga personel sekolah
-          Mengadakan kegiatan-kegiatan seperti olahraga, diskusi-diskusi yang berhubungan dengan pengembangan profesi guru.
-          Mengusulkan dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat guru-guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Semua yang di bicarakan diatas memerlukan adanya kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan bijaksana disertai pengawasan dan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.[3]
Kepala sekolah juga hendaknya terbuka tetapi tetap menjaga jarak dengan para tenaga kependidikan, agar mereka dapat mengemukakan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga kependidikan. Dengan demikian, setiap permasalahan yang dihadapi oleh para tenaga kependidikan dapat segera diselesaikan.[4]













BAB III
KESIMPULAN
Sebagai administrasi pendidikan, kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi administrasi yang diterapkan kedalam kegiatan-kegiatan di sekolah yang dipimpinnya: membuat rencana atau program tahunan (yang meliputi program pengajaran, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan sarana dan prasarana), menyusun organisasi sekolah, pengkoordinasian dan pengarahan terhadap susunan organisasi sekolah yang sudah dibuat, dan pengelolaan kepegawaian  atau manajemen yang mana menjadi tugas kepala sekolah (yang meliputi peneriamaan, penempatan,dan pemberian tugas guru dan pegawai sekolah; usaha untuk meningkatkan  kesejahteraan guru-guru dan pegawai sekolah, baik yang bersifat material, jasmani dan rohani, dan peningkatan mutu profesional serta pengembangan karier mereka.


DAFTAR PUSTAKA
E.Mulyasa. 2011.Menjadi Kepala Sekolah Professional. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Hendyat Soetopo.2012. Perilaku Organisasi . Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Ngalim poerwanto.2012.Administrasi Dan Supervisi Pendidika.Bandung: PT Remaja Rosdakarya



















[1] E.Mulyasa,Menjadi Kepala Sekolah Professional,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2011)hlm.
[2] Hendyat Soetopo,Perilaku Organisasi (Bandung:PT Remaja Rosdakarya.2012)hlm.224
[3] Ngalim poerwanto, Administrasi Dan Supervisi Pendidika(bandung: pt remaja rosdakarya.2012) hlm.106-112
[4] E.Mulyasa.Op Cit. Hlm.110

Tidak ada komentar:

Posting Komentar